Termometer Bayi

Termometer bayi merupakan alat pengukur suhu yang hasilnya harus akurat, karena jika salah maka dikhwatirkan menimbulkan salah penanganan. Termometer bayi haruslah sesuai dengan usia anak atau bayi hal tersebut dilakukan agar memudahkan dalam pengukuran, berikut merupakan anjuran penggunaan termometer bayi yang disesuaikan dengan umur bayi atau anak, diantaranya:

  • Termometer bayi usia 0 – 3 bulan 
Dalam usia ini pilihlah termometer yang pengukuranya melalui anus. Jenis termometer ini paling akurat dan dianjurkan sebagai termometer bayi, khususnya bagi bayi yang baru dilahirkan.


Termometer Bayi
thermo buddy ear


  • Termometer bayi usia 3 bulan – 4 tahun 
Pada usia ini pilihlah termometer yang digunakan lewat anus atau lewat mulut. Pengkuran lewat anus lebih baik, namun jika anak tidak ingin menggunakanya maka bisa memilih cara lain yaitu dengan menggunakan termometer lewat mulut. Tetapi, seringkali anak seusia ini tidak bisa diam ketika sedang melakukan pengukuran lewat anus, juga belum siap menggunakan termometer lewat mulut. Solusi lainya yaitu menggunakan termometer yang digunakan diketiak, meskipun seringkali tidak menampilkan hasil yang kurang akurat. Saat menggunakan termometer ketiak sebaiknya tahan lengan anak agar menempel pada bagian dada untuk mendapatkan hasil paling akurat.

  • Termometer anak usia 4 tahun keatas 
Pada usia ini pilihlah termometer yang dimasukan kedalam mulut. Pada usia ini biasanya anak sudah bisa menggunakan termometer mulut. Termometer ini dapat memberika pengukuran yang akurat. Pada saat akan menggunakan termometer mulut ini pastikan anak tidak mengkonsumsi minuman panas atau dingin sekitar 15 menit sebelum pengukuran, letakan termometer di bawah lidah dalam posisi agak ke dalam dan disisi mulut.

Macam – macam Termometer Bayi

Termometer merupakan alat pengukur untuk mengukur suhu. Termometer ini sering dikaitkan dengan demam, karena biasanya termometer ini digunakan untuk mengukur suhu seseorang untuk diketahui apakah orang tersebut dapat dikatakan demam atau tidak. Demam merupakan gejala awal dari suatu penyakit, namun tidak selamanya demam merupakan sesuatu yang buruk. Demam juga bisa merupakan dampak dari system kekebalan tubuh anak yang aktiv dalam memerangi infeksi. Bagi seorang ibu seringkali mengkhawatirkan anaknya ketika demam, dan untuk memastikanya menggunakan termometer. Termometer ini memiliki macam – macam jenisnya, berikut merupakan macam-macam jenis termometer, diantaranya:

  • Termometer air raksa 
Termometer air raksa merupakan termometer yang menggunakan air raksa atau merkuri sebagai pengisinya. Tampilan pengukuran suhunya ditampilkan dengan ditandai naiknya air raksa dan melihat ukuran suhu yang dicapai pada pipa kapiler. Setelah termometer air raksa ini digunakan, untuk mengembalikan air raksa ke posisi dasar kibaskan termometer ini. Waktu pengukuran yang dibutuhkan sekitar 3 – 5 menit.

  • Termometer digital 
Termometer digital ini merupakan jenis termometer yang mudah penggunaanya, hasil dari pengukuran ditampilkan secara langsung dalam bentuk angka yang tertera pada layar termometer. Waktu yang diperlukan untuk mengukur suhu dengan termometer ini yaitu 1 detik, 10 detik atau 60 detik. Namun harga termometer digital ini lebih mahal daripada termometer air raksa. Termometer telinga digital Termometer ini memanfaatkan sinar inframerah dalam melakukan pengukuran suhu tubuh melalui telinga. Namun seringkali kotoran dalam telinga dan lengkungan telinga menghambat atau mengganggu keakuratan pengukuran.

  • Termometer empeng digital 

Termometer ini merupakan termomeetr yang berbentuk seperti empeng bayi. Termometer ini cocok untuk digunakan bayi karena penggunaanya bayi hanya perlu menghisap untuk menggunakanya. = Termometer arteri temporalis Termometer ini manggunakan scanner inframerah untuk melakuka pengukuran suhu tubuh melalui arteri temporalis pada dahi.





Oleh : Bidan Ai
Sumber:

  • parenting.co.id, kompasiana.com, dan medkes.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :